Pembangunan di bidang pertanian ini, Pemerintah Kota Samarinda lebih menerapkan strategi optimalisasi sumber-sumber daya pertanian melalui intensifikasi sumber daya pertanian. Perkembangan produktivitas tanaman padi, jagung dan sayuran sebagaimana diperhatikan diatas menunjukkan bahwa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah kota terbukti perlu ditingkatkan lagi untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan jumlah produksi tanaman padi, jagung dan sayuran di Kota Samarinda.
 
Maka dapat digambarkan rata-rata produksi tanaman padi, jagung dan sayuran selama tahun 2003 sampai dengan 2006, yang pengukurannya didasarkan pada total produksi tanaman tersebut. Adapun perkembangan capaian indikator tersebut, masing-masing adalah sebagai berikut:
 
Produksi tanaman padi selama tahun 2002 sampai dengan tahun 2005 menunjukkan kondisi perkembangan sebagai berikut:
 
  • Jumlah produksi padi pada tahun 2003 sebesar 22.635 ton, pada tahun 2004 mencapai 25.520 ton, tahun 2005 sebesar 20.088 ton, dan pada tahun 2006 sebesar 26.655 ton. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa produktivitas tanaman padi dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 4.020 ton dengan rata-rata peningkatan pertahun sebesar 1.005 ton.
  • Produksi tanaman jagung selama tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan kondisi perkembangan sebagai berikut:
  • Jumlah produksi jagung pada tahun 2003 sebesar 233 ton, tahun 2004 sebesar 93 ton, tahun 2005 sebesar 79 ton, dan tahun 2006 sebesar 144 ton. Secara umum produktivitas tanaman jagung dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 mengalami penurunan yang drastis sebesar 79 ton, dengan rata-rata penurunan pertahun sebesar 19,75 ton.
  • Produksi tanaman sayuran selama tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan kondisi perkembangan sebagai berikut:
  • Jumlah produksi sayuran pada tahun 2003 sebesar 20.570 ton, tahun 2004 sebesar 59.666 ton, tahun 2005 sebesar 63.336 ton, dan pada tahun 2006 sebesar 7.792 ton. Secara umum produktivitas tanaman sayuran dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 mengalami penurunan yang sangat drastis yaitu sebesar 12.778 ton dengan rata-rata penurunan pertahun sebesar 3.194,5 ton.
 
Perkembangan Produksi Padi, Palawija, dan Sayuran Kota Samarinda
 
No Jenis Tanaman 2003 2004 2005 2006
1 Padi Sawah 21.891 25.137 19.848 26.382
2 Padi Ladang 744 383 240 3.273
3 Jagung 223 93 79 144
4 Kacang Kedelai 37 11 2 1
5 Kacang Tanah 118 52 36 31
6 Kacang Hijau 24 3 1 -
7 Ubi Kayu 6.511 6.474 9.540 9.882
8 Ubi Jalar 1.453 1.585 1.014 1.184
9 Sayuran 20.570 59.666 63.336 7.792
 

 

Perkebunan

 
Pembangunan perkebunan merupakan bagian dari sektor kehutanan dan perkebunan di Kota Samarinda bertujuan utk meningkatkan pendapatan masyarakat di pinggiran kota atau wilayah perdesaan. Pengembangan tanaman perkebunan di Kota Samarinda selain bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di perdesaan, meningkatkan konservasi lahan serta menciptakan kesempatan kerja baru.
 
Perkembangan produksi tanaman perkebunan periode tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 meliputi beberapa komoditi yaitu komoditi karet, kelapa, coklat dan kopi dengan rincian perkembangan sebagai berikut:
 

Perkembangan Produksi Tanaman Karet.

 

  • Produksi tanaman karet tahun 2004 sebesar 308,02 ton, dan tahun 2005 sebesar 308,02 ton, dan tahun 2006 sebesar 281,40 ton. Dari data yang ada maka perkembangan produksi tanaman karet dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 secara umum mengalami penurunan sebesar 26,62 ton, dengan rata-rata penurunan pertahun sebesar 8,87 ton.
  • Perkembangan Produksi Tanaman Kopi.
  • Produksi tanaman kopi pada tahun 2004 sebesar 38,19 ton, dan tahun 2005 sebesar 293,00 ton, dan pada tahun 2006 sebesar 32,43 ton. Dari perkembangan produksi tanaman kopi pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan yang sangat drastis dari tahun 2004 sampai 2005 sebesar 254,81 ton, dan penurunan yang sangat drastis pula dari tahun 2005 sampai 2006 yaitu sebesar 260,57 ton.

 

Perkembangan Produksi Tanaman Kakao.

 

Produksi tanaman kakao pada tahun 2004 sebesar 71 ton, dan tahun 2005 sebesar 323,76 ton, dan pada tahun 2006 sebesar 71,46 ton. Dari perkembangan produksi tanaman kakao pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan yang sangat drastis dari tahun 2004 sampai 2005 sebesar 252,76 ton, dan penurunan yang sangat drastis pula dari tahun 2005 sampai 2006 yaitu sebesar 252,30 ton.

 

Lada

 
Produksi tanaman lada tahun 2004 sebesar 56,12 ton, dan tahun 2005 sebesar 40,32 ton, dan tahun 2006 sebesar 40,50 ton. Dari data yang ada maka perkembangan produksi tanaman lada dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 secara umum mengalami penurunan sebesar 15,62 ton, dengan rata-rata penurunan pertahun sebesar 5,21 ton.
 

Perkembangan Produksi Tanaman Kelapa

 
Produksi tanaman kelapa tahun 2004 sebesar 700,27 ton, dan tahun 2005 sebesar 811,80 ton, dan tahun 2006 sebesar 807,40 ton. Dari data yang ada maka perkembangan produksi tanaman kelapa dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 secara umum mengalami peningkatan sebesar 107,13 ton, dengan rata-rata penurunan pertahun sebesar 35,71 ton.
 
Jenis Tanaman Perkebunan di Kota Samarinda Tahun 2004-2006
 
No Jenis Tanaman Perkebunan 2004 2005 2006 Satuan
1 Karet        
  Luas Areal 849,75 849,75 838,50 ha
  Jumlah Produksi 308,02 308,02 281,40 ton
2 Kopi        
  Luas Areal 417,20 482,50 363,00 ha
  Jumlah Produksi 38,19 293,00 32,43 ton
3 Kakao        
  Luas Areal 984,17 902,00 984,17 ha
  Jumlah Produksi 71,00 323,76 71,46 ton
4 Lada        
  Luas Areal 221,00 243,50 242,50 ha
  Jumlah Produksi 56,12 40,32 40,50 ton
5 Kelapa        
  Luas Areal 1.031,49 1.031,49 1.011,55 ha
  Jumlah Produksi 700,27 811,80 807,40 ton
 
 

Perikanan

 
Perkembangan di Sektor Kelautan dan Perikanan yaang merupakan sektor ungulan bagi pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda.
 
Saat ini telah mengembangkan produksi perikanan untuk menjamin ketersediaan gizi dan pangan bagi masyarakat, meningkatkan keanekaragaman produk perikanan, termasuk ikan hias, bernilai dan berdaya saing tinggi, meningkatkan ekspor, serta memperbaiki pendapatan dan kesejahteraan masyarakat perikanan terutama nelayan kecil.
 
Perkembangan Produksi Perikanan Darata dan Laut 2004-2006
 
No Perikanan 2004 2005 2006 Satuan
1 Perikanan Laut        
  Jumlah Tangkapan 8.974,90 9.771,40 7.989,00 ton
  Jumlah Kapal Penangkap Ikan 808 796 798 unit
  Jumlah Rumah Tangga Perikanan 778 769 798 kk
  Jumlah Tempat Pelelangan Ikan 1 1 1 unit
2 Perikanan Darat        
  Kolam Darat 25,50 31,10 32,10 ton
  Karamba 32,07 2,70 1,60 ton
  Rawa, Danau dan Sungai 1.683,30 5.430,60 2.251,80 ton
  Jumlah 1.740,87 5.464,40 2.285,50 ton
 

Kehutanan

 
Kota Samarinda merupakan kawasan budidaya non kehutanan, artinya tidak ada kawasan hutan produksi di Kota Samarinda.
 
Perkembangan jumlah produksi kayu olahan terdiri dari beberapa jenis meliputi: plywood, kayu gergajian, moulding, blook board dan lain-lain jenis produksi, dimana selama periode tahun 2003 sampai dengan 2006 menunjukkan kondisi perkembangan sebagai berikut: Jumlah produksi pada tahun 2003 sebesar 1.778.274,16 m3, tahun 2004 sebesar 1.659.882,12 m3, tahun 2005 sebesar 1.445.010,00 m3, dan tahun 2006 sebesar 955.741,61 m3. Dari perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan jumlah produksi kayu olahan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 terjadi penurunan produksi sebesar 822.532,55 m3, hal ini karena adanya kebijakan pemerintah di sektor kehutanan yang menyebabkan berkurangnya penyediaan bahan baku kayu olahan.
 

Perkembangan Produksi Kayu Olahan Kota Samarinda

 
Perkembangan Produksi Kayu Olahan Kota Samarinda
 
No Jenis Produksi 2003 2004 2005 2006
1 Plywood 1.179.871,99 1.046.862,89 851.127,96 562.943,33
2 Kayu Gergajian 217.438,72 159.913,23 103.564,22 68.498,26
3 Moulding 71.214,57 56.167,56 22.975,85 15.196,42
4 Blackboard 72.760,95 73.265,39 33.130,21 21.912,60
5 Lain-Lain 236.987,93 323.673,05 434.211,76 287.191,00