Potensi bahan galian strategis (Golongan A) adalah Minyak Bumi, Gas Bumi, Batu Bara dan Nikel. Bahan galian yang vital (Golongan B) adalah : Emas, Intan, Timah Hitam, Seng, Antimonit, Kristal Kwarsa, Pasir Besi, Belerang, Pirit, Mika, Rutinium dan Zirkon.
 
Bahan galian yang termasuk (Golongan C) adalah : Pasir Kwarsa, Kaolin, Gips, Pospat, Batu Kapur, Tanah Liat, Andesit, Kalsit dan Bantuan Beke Vulkanik. Bahan galian yang potensial yang terdapat di wilayah Kota Samarinda diantaranya adalah (Golongan A) dan (Golongan C).
 
Bahan galian Golongan A adalah jenis Batu Bara, sedangkan bahan galian Golongan C terdiri dari pasir, Batu Kapur, Batu Padas, Tanah yang lokasinya tersebar, seperti terlihat pada Peta Bahan Galian/Bahan Bangunan.Data yang diproleh dari Dinas Pertambangan Kota Samarinda , untuk Data Pemilik Izin Bahan Galian Golongan C sampai dengan tahun 2006 adalah sebanyak 12 ( dua belas ) Pemilik izin Usaha yang berlokasi di jalan Rapak Indah, Kadrie Oening, Griliya, Panjaitan, MT. Haryono, Damanhuri, Sentosa dan Jalan Raya Sanga-Sanga Km 17 Perkembangan jumlah produksi batu bara yang telah dilaksanakan selama periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan kondisi perkembangan sebagai berikut:
 
Jumlah produksi batu bara pada tahun 2004 sebesar 2.148.094.062 ton, tahun 2005 sebesar 5.774.304 ton, dan tahun 2006 sebesar 4.030.000 ton. Dari data yang ada maka perkembangan produksi batu bara dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 secara umum mengalami penurunan sebesar 1.881.906 ton, dengan rata-rata penurunan pertahun sebesar 627.302 ton. Hal ini disebabkan karena produksi batu bara di Kota Samarinda yang semakin terbatas.
 
Di Kota Samarinda sebanyak 31 ( tiga puluh satu ) pemilik Kuasa Pertambangan untuk kegiatan Eksploitasi dan sebanyak 5 ( lima) pemilik kuasa pertambangan dengan status perizinan dalam Penyelidikan Umum, dimana lokasi pertambangan tersebar di enam kecamatan. Didalam wilayah Kota Samarinda terdapat tiga buah daerah konsensi migas yang masih aktif beroperasi yaitu:
 

  • Blok Sanga-Sanga PSC Extension Blok I milik VICO Indonesia, meliputi sekitar daerah bagian tengah blok tersebut.
  • Blok Semberah TAC, milik PT. Semberani Persada Oil, terdiri dari lapangan Karang Mumus, Binangat, Pelarang dan Sambutan.
  • Blok Sanga-Sanga Field TAC, milik PT. Exspan Nusantara , meliputi sebagian daerah dari Blok Anggana, Muara Tanjung Una dan Louise